Minggu, 14 Agustus 2011

MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN

Diposkan oleh Mezza di 8/14/2011 09:12:00 PM
Metode pembelajaran merupakan cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari guru dan siswa untuk saling berinteraksi dalam melakukan kegiatan proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Pemahaman terhadap metode pembelajaran dan aplikasinya perlu ditingkatkan bagi calon guru seperti saudara mahasiswa ini. Khususnya dalam pembelajaran IPA di SD metode pembelajaran hendaknya yang dapat mengaktifkan siswa dan yang jelas metode itu bukanlah metode ceramah

1. Metode Diskusi ( Discussion Method )

Metode diskusi yang dimaksudkan adalah cara pembelajaran yang mengutamakan kerjasama dalam kelompok untuk memecahkan masalah (problem solving), oleh sebab itu metode ini disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation). Metode diskusi kelompok ini merupakan salah satu perwujudan pendekatan Cooperative Learning berikut model-modelnya yang berakar pada teori Constructivis.

Metode diskusi diaplikasikan dalam proses pembelajaran untuk:
  • Mendorong siswa berpikir kritis;
  • Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas;
  • Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama;
  • Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama;
  • Membangun kerjasama antar siswa dan
  • Mengembangkan rasa sosial (seperti menghargai pendapat orang lain, simpati dan empati).

Kelebihan metode diskusi sebagai berikut:
  • Adanya kerjasama dan saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik;
  • Membiasakan siswa untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan mengembangkan sikap toleransi antar anggota kelompok ataupun antar siswa dalam kelas.

Kelemahan metode diskusi sebagai berikut:
  • Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar;
  • Informasi yang terbatas karena terbatasnya pengetahuan dan pengalaman siswa;
  • Dapat terjadi monopoli pembicaraan oleh siswa yang suka berbicara;
  • Dapat terjadi aktivitas fisik/gerak lebih menonjol dibandingkan dengan aktivitas mentalnya.
  • Pada pelaksanaan metode diskusi kelompok hal-hal yang perlu diperhatikan oleh guru adalah mempersiapkan lembar diskusi yang berisi tentang tugas diskusi untuk setiap kelompok dan diharapkan setiap kelompok mempunyai permasalahan yang berbeda. Hal lain yang penting adalah cara pengelompokan siswa, setidaknya memperhatikan tingkat kecerdasan siswa dimana setiap kelompok tidak berisi siswa yang pandai saja tetapi bervariasi tingkat kecerdasannya. Hasil diskusi setiap kelompok diberi nilai yang terdiri dari nilai proses atau aktivitas dan nilai produk berupa hasil diskusi atau laporannya setelah dipresentasikan di kelas.

2. Metode Demontrasi ( Demonstration Method )

Metode demonstrasi merupakan cara pembelajaran dengan memperagakan proses atau daur, dan langkah-langkah melakukan suatu kegiatan, baik secara faktual maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Manfaat metode demonstrasi adalah : a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan; b. Hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa, terlebih bila siswa melakukan aktivitas demonstrasi.

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut: a. Membantu siswa memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda; b. Pengalaman siswa lebih konkret melalui pengamatan dan contoh benda sebenarnya.

Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut: a. Alat dan bahan yang diperlukan terkadang tidak mencukupi untuk semua kelompok; b. Siswa terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan; c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan; d. Siswa cenderung bermain-main bila pengelolaan kelas tidak terkontrol.

Penggunaan metode demonstrasi memerlukan seperangkat alat atau benda oleh sebab itu perlu disetting secara tepat sebelum dipergunakan. Langkah-langkah demonstrasi dituliskan secara jelas sehingga siswa lebih mudah melakukan demonstrasi sendiri dalam kelompoknya. Jadi perlu diingat bahwa demonstrasi dilakukan oleh siswa dalam kelompoknya.

3. Metode Percobaan ( Experimental Method )

Metode percobaan merupakan cara pembelajaran yang mengaktifkan siswa dalam melakukan percobaan untuk memahami konsep tertentu. Oleh sebab itu dalam metode percobaan diperlukan alat dan bahan tertentu sesuai dengan materi pelajaran atau kompetensinya. Metode percobaan berbeda dengan metode peragaan sebab pada metode percobaan ada perlakuan yang dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya percobaan perkecambahan, perubahan wujud, proses erosi dan sedimentasi, dan sebagainya.

Penggunaan metode percobaan ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri konsep atau persoalan-persoalan yang dihadapinya. Selain itu siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah dan bersikap ilmiah.

Penggunaan metode percobaan agar efisien dan efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Setiap siswa dalam kelompoknya harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap kelompok;
  2. Alat dan bahan diupayakan yang cukup mewakili konsep dan tidak berbahaya bagi siswa;
  3. Guru perlu mencoba terlebih dahulu agar dalam pelaksanaan percobaan tidak gagal terutama disebabkan oleh alat dan bahan serta langkah-langkah percobaannya;
  4. Guru perlu memberitahukan bahwa setiap percobaan dilakukan secara teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan, sehingga penemuan dapat memperkaya pemahaman siswa tentang kosnsep yang benar;
  5. Perlu petunjuk yang jelas dalam setiap langkah percobaan, sebab mereka di samping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta keterampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu.

Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan metode percobaan adalah:
  1. Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan percobaan, mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui percobaan;
  2. Memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat dan bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam percobaan, hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat, urutan percobaan, serta mempersiapkan lembar hasil percobaan berdasarkan kompetensinya;
  3. Selama percobaan berlangsung guru harus memperhatikan pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya percobaan;
  4. Setelah percobaan selesai guru harus mengumpulkan hasil percobaan siswa, mendiskusikan di kelas, dan mengevaluasi dengan tes.

Kelebihan metode percobaan sebagai berikut:
  • Mengaktifkan cara berpikir siswa sebagaimana cara berpikir ilmuwan;
  • Siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru;
  • Siswa dapat mengembangkan sikap ilmiah dan membangkitkan kreativitas.

Kekurangan metode percobaan sebagai berikut:
  • Tidak cukupnya alat dan bahan untuk setiap kelompok, sehingga tidak setiap siswa berkesempatan mengadakan percobaan;
  • Jangka waktu percobaan dapat lebih lama melampaui jam pelajaran, sehingga siswa harus menunggu hasil percobaan itu.

Metode percobaan merupakan metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode percobaan mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya.

Dalam metode percobaan, guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental, serta emosional siswa. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih keterampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang maksimal. Pengalaman yang dialami secara langsung dapat tertanam dalam ingatannya. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif.

Penerapan pembelajaran dengan metode percobaan membantu siswa untuk memahami konsep. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan, tulisan, maupun aplikasi dalam kehidupannya. Dengan kata lain, siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan, menyebutkan, memberikan contoh, dan menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan .

4. Metode Perancangan ( Projeck Method )

Metode perancangan ini merupakan cara pemahaman konsep yang dirancang guru untuk melaksanakan proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian dengan rentang waktu yang jelas. Seperti pembuatan pupuk kompos; gerakan kebersihan lingkungan dan sebagainya.

Kelebihan metode perancangan sebagai berikut:
  • Dapat mengkonstruk secara mandiri pengetahuan yang diperoleh;
  • Dapat memperluas pola pikir siswa dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan;
  • Siswa dapat dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terpadu dan diharapkan dapat berguna dalam kehidupan siswa sehari-hari.

Kekurangan metode perancangan sebagai berikut:
  • Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini;
  • Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan siswa, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan. Obyek kajian sering meluas sehingga dapat melampaui kompetensi dasarnya.

5. Metode Inquiry-Discovery

Metode inquiry-discovery merupakan cara pembelajaran yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: a. Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif, b. Dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, melalui proses pencarian (inquiry) maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan, tidak akan mudah dilupakan siswa, c. Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain, d. Dengan menggunakan strategi pencarian dan penemuan, siswa belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkannya sendiri, e. Melalui metode pencarian dan penemuan ini juga, anak belajar berfikir analisis dan mencoba memecahkan masalah yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat.

Metode Inquiry-Discovery yang dimaksudkan merupakan suatu prosedur dalam proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan personal, manipulasi obyek dan lain-lain, sebelum sampai kepada generalisasi. Metode inquiry-discovery merupakan suatu strategi yang unik dapat diberi bentuk oleh guru dalam berbagai cara, termasuk membelajarkan keterampilan menyelidiki dan memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode inquiry-discovery adalah suatu metode dimana dalam proses pembelajaran guru memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja.

Proses mental yang dikembangkan dalam metode inquiry-discovery seperti mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, mengkomunikasikan dan sebagainya yang semuanya itu merupakan proses berpikir ilmiah.

Langkah-langkah pelaksanaan metode inquiry-discovery adalah:
  1. Mengidentifikasi kebutuhan dan minat siswa, dan menggunakannya sebagai dasar untuk menentukan tujuan dan realitas pembelajaran dengan penemuan,
  2. Mengorganisir siswa sedemikian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran siswa dalam belajar dengan pencarian dan penemuan,
  3. Menyiapkan suatu kasus yang mengandung masalah yang minta dipecahkan,
  4. Menfasilitasi siswa dengan berbagai alat dan bahan serta data untuk kepentingan pelaksanaan pencarian dan penemuan,
  5. Mempersilahkan siswa melakukan proses penemuan dengan kecepatannya sendiri,
  6. Memberi jawaban dengan cepat dan tepat sesuai dengan data dan informasi bila ditanya dan diperlukan siswa dalam kelangsungan kegiatannya,
  7. Siswa melakukan analisisnya sendiri melalui percakapan dan eksplorasinya sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses,
  8. Merangsang interaksi siswa dengan siswa, misalnya merundingkan strategi penemuan, mendiskusikan hipotesis dan data yang terkumpul,
  9. Mengajukan pertanyaan tingkat tinggi maupun pertanyaan tingkat yang sederhana,
  10. Bersikap membantu jawaban siswa, ide siswa, pandanganan dan tafsiran yang berbeda. Bukan menilai secara kritis tetapi membantu menarik kesimpulan yang benar,
  11. Membesarkan siswa untuk memperkuat pernyataannya dengan alasan dan fakta,
  12. Memuji siswa yang sedang bergiat dalam proses penemuan, misalnya seorang siswa yang bertanya kepada temannya atau guru tentang berbagai tingkat kesukaran dan siswa siswa yang mengidentifikasi hasil dari penyelidikannya sendiri,
  13. Membantu siswa menulis atau merumuskan prinsip, aturan ide, generalisasi atau pengertian yang menjadi pusat dari masalah semula dan yang telah ditemukan melalui strategi penemuan,
  14. Mengecek apakah siswa menggunakan apa yang telah ditemukannya, misalnya teori atau teknik, dalam situasi berikutnya, yaitu situasi dimana siswa bebas menentukan pendekatannya.

Metode inquiry-discovery memiliki kelebihan-kelebihan yaitu: (a) Membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan keterampilan proses kognitif dimana kekuatan dari proses penemuan datang dari usaha untuk menemukan, jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu, (b) Pengetahuan yang diperoleh siswa sifatnya lebih ke arah personal dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat permanen, karena mempunyai retensi tinggi, (c) Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa untuk belajar lebih lanjut, sehingga dapat memupus rasa penasaran siswa, (d) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri, (e) Dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan, (f) Membantu perkembangan siswa menuju skeptisssisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak.

Kelemahan metode inquiry-discovery adalah: (a) Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usahanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subyek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain, (b) Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar, sebab sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori, (c) Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa, jika penemuannya biasa-biasa saja tanpa ada ”kejutan”, terlebih kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian pula proses-proses di bawah pembinaannya. Akibatnya tidak semua pemecahan masalah menjamin penemuan yang penuh arti.

Metode Inquiry-Discovery mengajak siswa memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Proses pembelajaran harus dipandang sebagai suatu stimulus atau rangsangan yang dapat menantang siswa untuk merasa terlibat atau berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. Peranan guru hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing atau pemimpin pembelajaran yang demokratis, sehingga diharapkan siswa lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dalam bentuk kelompok memecahkan masalah atas bimbingan guru.

Tahapan pembelajaran dengan metode inquiry-discovery adalah: (a) Menentukan topik untuk ditemukan siswa, seperti detak jantung manusia, bagaimana kaitan antara detak jantung manusia berdasarkan usia dan jenis kelamin (b) Penetapan jawaban sementara atau pengajuan hipotesis, detak jantung laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perempuan pada usia yang sama, (c) Siswa mencari informasi, data, fakta, yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah dan menguji hipotesis, seperti data usia, jenis kelamin dan hasil observasi detak jantung pada setiap usia (d) Menarik kesimpulan dari jawaban atau generalisasi, dimulai dengan membuat grafik kaitan antara detak jantung dengan usia dan jenis kelamin, (e) Aplikasi kesimpulan atau generalisasi dalam situasi baru, seperti pada perbedaan ras atau pada saat manusia beraktivitas secara fisik (berolahraga).

Metode Inquiry-Discovery merupakan metode pembelajaran yang mengarahkan siswa pada proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan mepublikasikan. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.


Reaksi: 

0 komentar:

Poskan Komentar

 

M.A.M.O.S Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea